Executive Coaching untuk Jajaran Eksekutif Perusahaan Telekomunikasi
Oleh eval.wari@gmail.com · August 23, 2026
Konteks Organisasi
Klien pada studi kasus ini adalah sebuah perusahaan telekomunikasi nasional yang tengah menjalani transformasi digital besar-besaran di tengah persaingan industri yang ketat. Jajaran eksekutif senior perusahaan ini memiliki rekam jejak teknis dan bisnis yang kuat, namun menghadapi tuntutan kepemimpinan yang semakin kompleks seiring perubahan organisasi yang berlangsung cepat.
Tim People & Culture melihat kebutuhan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan di level eksekutif, khususnya dalam cara mereka mengembangkan talenta di bawahnya.
Eksekutif yang Terlalu Sibuk untuk Mengembangkan Timnya
Di tengah tekanan target bisnis dan kecepatan perubahan teknologi, banyak eksekutif senior di perusahaan ini cenderung mengambil alih penyelesaian masalah secara langsung, alih-alih memberi ruang bagi tim di bawahnya untuk berkembang melalui proses berpikir dan mengambil keputusan sendiri. Gaya kepemimpinan yang serba cepat dan berorientasi solusi ini, meskipun efektif dalam jangka pendek, berisiko membuat kaderisasi kepemimpinan di level berikutnya berjalan lambat. Percakapan pengembangan antara atasan dan bawahan pun sering kali terbatas pada evaluasi kinerja formal, bukan percakapan coaching yang mendalam dan berkelanjutan.
Menjadikan Eksekutif sebagai Coach bagi Timnya
Leadership Resources Indonesia merancang program executive coaching berbasis LEADX Leader as Coach™ untuk jajaran eksekutif senior perusahaan ini. Program ini menggabungkan sesi coaching individu satu-per-satu dengan setiap eksekutif, serta pembekalan keterampilan coaching praktis yang dapat langsung mereka terapkan dalam percakapan sehari-hari bersama tim mereka.
Fokus utama program adalah membantu para eksekutif bergeser dari kebiasaan memberi jawaban menjadi kebiasaan mengajukan pertanyaan yang tepat — mendengarkan secara aktif, memberi ruang refleksi, dan mendorong tim untuk menemukan solusi mereka sendiri, tanpa kehilangan kecepatan dan kejelasan arah yang dibutuhkan organisasi.
Percakapan Kepemimpinan yang Lebih Bermakna
Selama dan setelah program berjalan, tim People & Culture mengamati bahwa percakapan antara para eksekutif dan tim mereka menjadi lebih reflektif dan dua arah, dibandingkan sebelumnya yang lebih banyak berupa instruksi satu arah. Beberapa eksekutif melaporkan bahwa mereka mulai menyisihkan waktu rutin untuk sesi coaching singkat dengan direct report mereka, sebuah kebiasaan yang sebelumnya jarang dilakukan secara terstruktur. Keterlibatan tim di bawah jajaran eksekutif yang mengikuti program ini pun meningkat nyata, tercermin dari inisiatif yang lebih banyak muncul dari level manajerial tanpa harus menunggu arahan langsung.
“Program ini mengubah cara saya memimpin. Saya belajar bahwa peran saya bukan selalu memberi jawaban, tapi membantu tim saya menemukan jawaban terbaik mereka sendiri.”
AP, Chief HR Officer, Perusahaan Telekomunikasi Nasional